Home >Unlabelled > Tiga Ayam Petelur
Tiga Ayam Petelur
Posted on Kamis, 12 Mei 2016 by Admin Indowarta
Suatu hari tiga telur menetas bersamaan dalam rimbun jerami tua di pesawahan desa. Anak-anak ayam itu terlihat begitu cantik dengan bulu kuning halusnya. Tak lama kemudian pak tani pemilik sawah menemukan mereka dan memeliharanya hingga mereka tumbuh besar menjadi ayam-ayam betina yang sehat dan kuat.
Tibalah saat mereka untuk mulai bertelur. Pak tani mulai menyiapkan tempat khusus dan nyaman untuk ayam-ayamnya dan seperti yang diharapkan, ayam-ayampun bertelur.
Ayam pertama saat mulai bertelur, begitu gembira terutama melihat pak tani tersenyum pada telurnya. Namun disayangkan si ayam mulai merasa dimanfaatkan pak tani ketika telur diambil dari kandang. Iapun mogok bertelur.
Pak tani lalu memberikan berbagai macam vitamin dan pakan kesukaan si ayam. Ayam pun mulai bertelur kembali meski sering tersendat-sendat. Pada akhirnya pak tani memutuskan untuk memotong ayam pertama karena ongkos pakan yang lebih tinggi daripada telur yang dihasilkan.
Ayam kedua saat bertelur juga merasa bahagia melihat pak tani tersenyum. Ia merasa jika bertelur, ia menjadi begitu menarik. Maka saat bertelur, ia s
... baca selengkapnya di Tiga Ayam Petelur Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu
Cari Artikel
Statistik Hari Ini
Indowarta Terpopuler
-
ROMA, Indowarta.org — Pelatih Lazio, Edy Reja, menyatakan bahwa laga melawan Udinese, Minggu (29/4/2012), sangat penting bagi timnya. Laga i...
-
LONDON, Indowarta.org — Bek Arsenal, Bacary Sagna, tetap gembira meski timnya meraih satu poin saat bertandang ke kandang Stoke City, Sabtu ...
-
Ngentot Pegawai Bank Bayaran | Kaskuserz www.kaskuserz.com/news/Ngentot-Pegawai-Bank-Bayaran 30 Agu 2009 – Cerita dewasa-ratu bokep-mesum...
-
Kita semua pasti mengenal tokoh si Untung dalam komik Donald Bebek. Berlawanan dengan Donald yang selalu sial. Si Untung ini dikisahkan unt...
-
Indonesia Chat Room, Ayo Ngobrol Disini! Dengan 10.000an ... iklan.resep.web.id/.../indonesia-chat-room-ayo-ngobrol-disini-denga...Cari te...




